MASIGNASUKAv102
6510051498749449419

My Future Dream

 


         
          Mi


          Mimpi adalah tujuan hidup, menentukan mimpi sama saja dengan kita menetukan nasib kita kedepan nya, menentukan akan bagaimana kedudukan kita dan manfaat kita di Masyarakat. Sepuluh tahun dari sekarang, saya membayangkan diri saya sebagai seorang ahli yang diakui di bidang teknik sipil. Setelah menyelesaikan berbagai proyek besar seperti IKN Nusantara, bandara yang direncanakan di Siak, dan jalur kereta api yang menghubungkan Riau dan Sumatra Barat, saya telah mendapatkan pengalaman yang luas dan mendalam. Pengalaman ini menjadi modal kuat bagi saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 di luar negeri, di universitas ternama seperti UTM Malaysia atau MIT. Pendidikan lanjutan ini bukan hanya untuk memperkuat kompetensi saya, tetapi juga sebagai persiapan menuju peran yang lebih besar, baik sebagai ahli teknik maupun sebagai dosen ketika usia saya mulai menginjak 40 tahun.

Ukuran rumah 20x30 meter, 2 Lantai

          Saya membayangkan tinggal di sebuah kota besar, di mana rumah saya berada dekat dengan proyek-proyek pembangunan yang sedang saya tangani. Rumah ini memiliki suasana adem dan asri, dengan dua lantai dan warna hijau yang menyejukkan mata. Rumah ini ingin saya isi dengan beberapa ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda seperti Ruang tidur, Belajar/Kerja, Dapur, Shalat (Mihrab)

Tidak jauh dari rumah, terdapat sebuah masjid yang menjadi tempat saya dan keluarga untuk beribadah dan berkumpul dengan komunitas. Suasana harmonis ini sejalan dengan kehidupan keluarga yang saya impikan—sebuah keluarga yang hidup dalam naungan syariat Islam, dengan pasangan dari bidang kedokteran yang paham agama dan mampu mendidik anak-anak kami menjadi penerus yang berkontribusi di bidang teknik sipil dan kedokteran.

Istri Dokter Muslimah, Tinggi 160 - 170 cm

Alasan saya memilih calon pendamping hidup adalah "dia" karna saya sudah mengenal nya secara karakteristik dan visi misi nya di masa depan, beliau merupakan partner saya selama di SMA. 



Selain itu karna saya ingin tiggal dikota maka saya merasa cukup punya dua kendaraan saja, tergantung juga bila istri saya mau punya sendiri atau tidak. Saya merasa cukup satu mobil dengan merk Pajero bewarna putih, agar juga efisien dibawa keluar kota, lalu satu motor Aerox matic untuk jalan-jalan jarak pendek seperti ke Masjid dan lain nya.

        Dalam kehidupan sehari-hari, saya tetap menjaga kesehatan fisik dengan rutin jogging setiap pagi dan berenang dua minggu sekali. Pola makan yang sehat juga menjadi perhatian utama saya, karena saya ingin selalu dalam kondisi prima untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Waktu luang saya tidak hanya dihabiskan dengan hobi, tetapi juga untuk perjalanan yang memberi makna. Sesekali, saya dan keluarga berlibur ke Pulau Bali, menikmati keindahan alam dan budaya di sana. Namun, yang lebih penting adalah perjalanan spiritual ke Makkah untuk menunaikan ibadah umroh dan haji bersama istri tercinta. Selain itu, saya juga ingin menjelajahi Turki, khususnya mengunjungi tembok Konstantinopel dan mengenang kejayaan Sultan Muhammad Al-Fatih.

      Sebagai seorang insinyur sipil, saya tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga berperan dalam perkembangan infrastruktur Indonesia secara lebih luas. Saya ingin menjadi ahli yang dipercaya oleh pejabat untuk menangani masalah-masalah krusial seperti banjir, jembatan, dan tata kota. Melalui peran ini, saya berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan infrastruktur yang kuat dan tahan lama. Sepuluh tahun dari sekarang, saya melihat diri saya tidak hanya sebagai seorang profesional yang sukses, tetapi juga sebagai individu yang terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan umat.